Monday, January 4, 2016

Ir. Ciputra "kobarkan semangat kewirausahaan!"

Hallo Separtaner dalam rangka menuju Indonesia sejahtera Jawa Pos akan memuat berita tentang Sharing dari 50 pengusaha terkemuka Indonesia tentang problem ekonomi beserta solusinya. 



Separtan akan merangkumnya untuk Anda Separtaner, yang pertama dimulai dari Ir. Ciputra. Nama ini sangat terkenal di dunia usaha, bahkan ia dijuluki Legenda Properti Indonesia. 

Ketika tim Jawa Pos menanyakan tentang permasalahan bangsa beliau menjawab "entrepreneurship-lah". Menurut Pendiri Ciputra Grup Ini (1984-Sekarang) kewirausahaan merupakan kunci untuk mengubah masa depan bangsa juga senjata ampuh untuk menaklukkan tantangan maupun krisis sehebat apapun. menurut Pak Ci (begitu sapaan akrabnya) ada empat komponen utama Dalam membangun kewirausahaan :
  1. Pemerintah yang memiliki pola pikir Entrepreneur
  2. Pendidikan kewirausahaan
  3. Pelaku bisnis inovatif
  4. Budaya Entrepreneurship
Menurut pak Ci, setiap sekolah harus menerima pembelajaran entrepreneurship dan harus ada inkubator bisnis disetiap perguruan tinggi. Beliau sangat corncern pada dunia pendidikan yang diwujudkan dengan mendirikan Universitas Ciputra yang mengajarkan tentang kewirausahaan, disitu diajarkan setelah lulus akan membuka usaha apa, bukan akan mencari kerja dimana.

Pengusaha yang memiliki 4 anak dan 9 cucu ini memaparkan ada tiga sumber utama penciptaan pengusaha baru di Indonesia : 
  1. Melalui Perguruan Tinggi, setiap tahun ada sekitar 1 juta lulusan dari sekitar 3.485 PT. Bila setiap PT mampu mencetak sedikitnya 10% saja lulusannya menjadi entrepreneur dan masing-masing bisa menciptakan 3 lapangan kerja baru maka ada 400.000 lapangan kerja baru per tahun yang setara dengan 1% pertumbuhan ekonomi.
  2. Melalui sekolah-sekolah menengah kejuruan yang murid-muridnya memiliki potensi untuk dididik menjadi entrepreneur.
  3. Melalui tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berwawasan global terlatih bekerja diluar negeri dan memiliki tabungan. sejak 2010 pak Ci sudah melakukan pemberdayaan terhadap buruh migran di Singapura, Hongkong dan Korsel untuk mewujudkan TKI entrepreneur.
Suami Dian Sumeler ini menyampaikan untuk menjadi pengusaha jangan takut gagal, tidak ada yang tanpa gagal, begitu juga yang dialami beliau saat krisis 1998. Untuk sukses, seseorang harus punya tiga hal yaitu : 
  1. Integritas atau kejujuran, utang harus dibayar, saat bangkrut beliau mendatangi semua kreditor dan meminta kelonggaran waktu pembayaran, kontraktor dibayar dengan tanah. integritas tidak bisa dibeli, katanya.
  2. Profesionalisme, keahlian dalam bidang yang ditekuni.
  3. Entrepreneurship yang berkaitan erat dengan inovasi.
Pak Ci sering mengatakan entrepreneur itu adalah yang mampu mengubah sampah menjadi emas dengan cara yang jujur, profesional dan inovatif. "Saya senang kalau ada karyawan yang bikin usaha, saya dukung penuh" paparnya. Lingkungan turut berperan dalam membentuk jiwa wirausaha, pak Ci menceritakan dirinya lahir dari keluarga pedagang. Lahir dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang memiliki rumah sekaligus toko kelontong di desa Bumbulan, provinsi Gorontalo, sejak dini dia bernafas dalam atmosfer entrepreneurship.

Jalan hidup memang seringkali tidak mudah, di usia 12 tahun ayahnya wafat, toko kelontong ditutup tentara Jepang, kehidupan keluarga berubah drastis menjadi miskin. Untuk menjaga asap dapur mengepul Ci kecil melakukan pekerjaan menjaga ladang dan berburu. Saat berkuliah di ITB Dia berdagang batik, di tingkat 4 bersama dua rekan pak Ci mendirikan perusahaan konsultan, namun setelah tamat sekolah arsitek beliau justru tidak menjadi arsitek karena menurutnya arsitek hanya menunggu pekerjaan, beliau memilih menjadi developer yang menciptakan pekerjaan.

Hasrat menciptakan pekerjaan inilah yang membawanya ke PT Pembangunan Jaya, perusahaan joint venture Pemda DKI Jakarta, dan proyek prestisius pertamanya adalah Taman Imian Jaya Ancol. Kemudian Dia mendirikan Metropolitan Group bersama dengan pengusaha bertangan dingain lain Liem Sioe Liong, Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad.

Lalu dia membangun proyek elit Pondok Indah dan BSD, selanjutnya bisnis pak Ci makin menggurita mulai hunian, hotel, pusat wisata, hingga kawasan wisata di seluruh wilayah Indonesia. Kepemimpinan bisnisnya kini dialihkan ke generasi kedua (anak-anak dan menantu) Rina Ciputra-Budiarsa Sastrawinata, Junita Ciputra-Harun Hajadi, Candra Ciputra dan Cakra Ciputra.

Sumber Tulisan :
Jawa Pos
Sumber Gambar :
      
    

No comments:

Post a Comment