Saturday, January 9, 2016

T.P Rachmat "the worst is already over"

"The worst is already over" (tang terburuk sudah berakhir). Begitu kata T.P. Rachmat saat ditemui Jawapos. Perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh berkurangnya ekspor komoditas ke Tiongkok karena Tiongkok sedang menmperlambat laju ekonominya karena sudah over heat akan segera berakhir. 



Apa yang menyebabkan Teddy (panggilan akrab keponakan pendiri grup astra William Soeryadjaya ini) optimis adalah pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan oleh pemerintahan Jokowi JK saat ini. Mengapa demikian? menurut Teddy minimnya infrastruktur dan rumitnya regulasi dan birokrasi membuat para pelaku usaha harus menanggung ekonomi biaya tinggi yang menyebabkan produk Indonesia kurang memiliki daya saing saat produk asing menyerbu, imbasnya defisit neraca perdagangan semakin membesar.

"Mestinya penerimaan pajak dari booming komoditas saat ekspor besar-besaran ke Tiongkok dipakai untuk membangun insfrastruktur bukan untuk subsidi BBM" imbuhnya. Maka dari itu Ia optimis kebijakan yang tidak populer yang dilakukan Jokowi Jk akan membawa perubahan. Kebijakan pertama adalah memangkas subsidi BBM untuk dialihkan ke insfrastruktur. Kedua, Perbaikan iklim investasi melalui paket kebijakan ekonomi terutama deregulasi yang memberatkan dunia usaha. Ketiga, penetapan Peraturan Perundangan pengupahan yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Keberanian politik yang mengesampingkan popularitas seperti itu menurut Teddy sangat perlu dilakukan, struktur ekonomi Indonesia yang sedang sakit saat ini membutuhkan obat yang harus ditelan meski pahit."good times create bad policy, bad times creates good policy" (kondisi baik biasanya menciptakan kebijakan buruk, kondisi buruk biasanya menciptakan kebijakan baik). paparnya soal kebijakan subsidi BBM.

sumber
jawapos    
sumber gambar

No comments:

Post a Comment