Sunday, February 21, 2016

Apple VS FBI, Anda dukung siapa?

Seputar Berita Artis Pilihan kali ini memilih berita yang dirilis oleh koran JAWAPOS tanggal 20 Pebruari 2016 tentang perseteruan perusahaan raksasa Apple dengan kesatuan intelijen paling ternama di dunia yaitu FBI.

Kenapa sampai berseteru? Apa yang sebenarnya terjadi ?

Kronologisnya seperti ini, pada tanggal 2 Desember 2015 suami istri Syed Rizwan Farook dan Tashfeen melakukan penembakan disebuah pusat layanan sosial San Bernardino, California. Belum diketahui motifnya apa, namun sebanyak 14 orang tewas dan 22 luka parah. Saat olah TKP (tempat Kejadian Perkara) ditemukan Iphone 5c milik Farook dalam kondisi tekunci. Kemudian pada tanggal 16 Pebruari pengadilan wilayah Los Angeles, AS melalui Hakim Sheri Pym mengeluarkan putusan agar Apple memberikan bantuan teknis kepada FBI untuk membantu meretas Iphone milik Farook, CEO Apple yang menjabat yaitu Tim Cook membalas dengan surat terbuka menolak permintaan tersebut. Berlanjut tanggal 19 Februari 2016, dukungan terhadap Tim Cook datang dari perusahaan raksasa lainnya Facebook, WhatsApp, Twitter dan Google.

Perseteruan dimulai ketika FBI meminta kepada Apple untuk meretas Iphone milik Farook karena saat ditemukan Iphone dalam keadaan terkunci, sebab bila FBI salah memasukkan PIN sebanyak enam kali untuk membuka kunci layar maka semua data yang tersimpan dalam Iphone tersebut otomatis akan terhapus. Oleh karena itu FBI meminta kepada Apple untuk melemahkan keamanan Iphone milik Farook agar FBI bisa mencoba kombinasi beberapa nomor untuk membukannya. Apple menolak permintaan FBI itu karena kode enkripsi yang diciptakan akan bisa digunakan berkali-kali pada telepon yang berbeda dengan kata lain sama saja seperti kunti Master yang bisa membuka ratusan juta kunci lain, hal ini berbeda dengan dugaan pemerintah bahwa enkripsi yang digunakan untuk membuka kunci ini hanya bisa digunakan sekali pada satu telepon.

Keputusan Cook ini memicu pro dan kontra, keluarga korban dan orang yang bersimpati terhadap penembakan itu mendukung FBI mereka mendukung karena sebelumnya Apple telah membuka 70 iphone untuk alasan hukum. Pada dasarnya kasus yang terjadi sehingga Apple mau membuka 70 iphone itu adalah karena pada iphone dengan teknologi iOS 7 dan teknologi sebelumnya Apple memiliki kemampuan untuk mengekstrak foto, data, kontak, panggilan, dan iMessages tanpa membuka kunci atau kode password dari iphone tersebut, namun pada iOS 9 yang digunakan di iPhone milik Farook berbeda, Apple tidak bisa mengekstrak data pelanggan yang menggunakan iOS 9 karena semuanya memiliki enskripsi berbeda dan password untuk membuka iPhone 5c ini harus benar jika ingin mengambil datanya.

Dukungan dari Facebook, Twitter dan Google kepada Apple membuktikan bahwa perusahaan raksasa ini sangat ketat menjaga rahasia pelanggannya karena pelanggan biasanya menyimpan informasi yang personal melalui ke empat perusahaan ini.  

Sumber gambar
southfloridareporter.comhttp://www.southfloridareporter.com

Penyaji

No comments:

Post a Comment