Wednesday, February 10, 2016

Gusti Ngurah Anom "bambu dan bongol jagung saja bisa dipakai untuk banyak kerajinan"

Selamat sore pembaca setia Separtan, Seputar berita Artis Pilihan. Kali ini Admin pilihkan pendapat salah satu pengusaha asal Bali bernama terhadap Gusti Ngurah Anom terhadap pembangunan Indonesia, sebagai lanjutan dari berita di media Jawapos yang memuat tentang pendapat dari 50 pengusaha berpengaruh di Indonesia.



Setali tiga uang dengan Ir. Ciputra, pengusaha asal Bali yang akrab disapa dengan Ajik Krisna ini mengatakan "bambu dan bongol jagung saja bisa dipakai untuk banyak kerajinan" hal ini senada dengan apa yang dikatakan pak Ci bahwa pengusaha itu harus mampu mengolah sampah menjadi emas. 

Sumber daya alam yang melimpah ini memang menuntut manusia untuk mampu mengolahnya, jika SDA ini tidak dimanfaatkan dengan baik beliau khawatir produk UMKM Indonesia bisa kalah dengan produk negara-negara lain. Dukungan dari pemerintah terhadap dunia UMKM melalui KUR (kredit usaha rakyat) yang belakangan ini sangat gencar dikeluarkan pemerintah melalui Bank-bank plat merah membuat para pelaku UMKM lebih bisa berkembang, sebab selama ini akses permodalan uang menjadi batu sandungan bagi pelaku UMKM bagaimana tidak, para pelaku UMKM seringkali tidak mampu memenuhi permintaan pasar karena kekurangan modal dan tidak adanya akses ke dunia perbankan.  Seringkali produksi hanya dalam skala kecil, dan pembelian bahan baku pun biasanya dalam jumlah sedikit padahal sesuai hukum dagang pembelian dalam jumlah kecil akan membuat harga beli menjadi tinggi sehingga pasti berpengaruh terhadap harga jual.

Pria kelahiran 5 Maret 1977 ini menghimbau kepada pelaku UMKM untuk mau serius bekerja karena pemerintah sedang fokus mengembangkan UMKM Indonesia. Kita tidak perlu takut bersaing dengan produk asing selama tetap menjaga kualitas. 

Ajik memulai bisnisnya dari perusahaan konveksi yang bernama COK Konveksi kemudian mulai membuka toko oleh-oleh Krisna pada tahun 2007. Dengan manajemen yang apik kini beliau telah memiliki 20 outlet dibawah bendera Krisna Holding dan memperkerjakan sedikitnya 1.800 karyawan. Semua barang-barang yang dijual di toko oleh-oleh miliknya hanya menjual barang-barang hasil produksi UMKM Indonesia sebab pengusaha yang tidak sampai menyesaikan sekolah lanjutan tingkat pertama ini ingin memberikan akses pasar kepada pelaku UMKM agar lebih maju

sumber : Jawapos
sumber gambar :


 

No comments:

Post a Comment