Saturday, February 6, 2016

KPK Dalam Bahaya

Sangat cerdas upaya yang dilakukan untuk melemahkan KPK, semua cara dilakukan. Saat masyarakat sedang asik menebak-nebak pelaku pembunuhan dalam kasus kopi beracun, upaya "pembunuhan" lain dengan dampak yang lebih luas diam-diam sedang disiapkan di senayan, calon korbannya tidak tanggung-tanggung...KPK..iya KPK..lembaga yang saat ini paling garang memburu tikus-tikus koruptor dari DPR.

Beberapa fraksi yang notabene berasal dari partai-partai pemenang pemilu, terang-terangan berusaha "membunuh" KPK. Upaya yang dilakukan sungguh tepat yaitu melalui revisi undang-undang KPK. Sungguh aneh revisi dilakukan tanpa mengundang perwakilan KPK.

Berikut pasal-pasal yang berusaha melemahkan KPK yaitu :
1. Pasal 11, tentang kerugian negara. KPK hanya bisa menyidik kasus korupsi di atas Rp. 25 Miliar
2. Pasal 11 ayat 2 dan 3, bila korupsi tidak memenuhi syarat (penyelenggara negara dan penegak hukum), KPK wajib menyerahkan penyelidikan dan penyidikan ke polisi
3. Pasal 12 A ayat 1 poin b,  penyadapan harus seizin tertulis dewan pengawas.
4. Bab V A, tentang dewan pengawas yang terdiri atas 5 orang dan diangkat melalui perpres. Dikhawatirkan mereka bakal mengintervensi pimpinan karena diberi sejumlah kewenangan penuh.
5. Pasal 40, pemberian kewenangan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dan penuntutan dalam perkara korupsi.  Berbahaya dan bisa dimainkan pihak-pihak tertentu.
6. Pasal 47, penyitaan harus seizin dewan pengawas. Dipastikan menambah birokrasi dan mengurangi kelincahan KPK.

Demikian pasal yang bisa melemahkan KPK, dan revisi undang-undang KPK ini sangat kukuh diperjuangkan oleh 45 anggota DPR lintas fraksi, terdiri dari fraksi PDID 15 orang, NASDEM 11 orang, GOLKAR 9 orang, PPP 5 orang, HANURA 3 orang, PKB 2 orang. Nah melihat kenyataan seperti ini masihkan kita loyal dan memberikan pilihan kepada partai-partai itu?. Seperti di beberapa tempat, masyarakat sangat loyal terhadap satu partai tanpa melihat sepak terjang para kader partainya. Cerdaslah memilih

Sumber : jawapos 4 pebruari 2016

Sumber gambar : www.kpk.go.id 

No comments:

Post a Comment