Monday, August 1, 2016

Bule Cantik Rela Jadi Kuli Bangunan di Indonesia. Kok Bisa?

Berita artis Indonesia pilihan kali ini menyoroti peristiwa yang tidak lazim atau bahkan belum pernah ditemui di Indonesia. Siapa sangka para gadis bule berperawakan tinggi langsing semampai dengan kulit putih mulus ini bekerja sebagai kuli bangungan di Banyumas. Kok bisa? Mereka ini bukan bule sembarangan loh, mereka adalah para mahasiswi jurusan arsitektur asal Belgia yang sedang mengikuti pertukaran pelajar di Indonesia. Mereka bersama dengan masyarakat Banyumas bergotong royong membangun bangunan bertingkat di Desa Kemutug Lor Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah.

Silke Denoo yang merupakan salah satu dari gerombolan mahasiswi Belgia tersebut mengaku ini merupakan pengalaman kali pertamanya membuat bangunan dengan cara tradisional.  Rencananya bangunan yang mereka buat ini nantinya akan dijadikan sebagai bangunan publik masyarakat Banyumas yaitu PAUD Pangestu dan TK Pertiwi Desa Kemutug Lor, Banyumas.

 "Saya belum pernah melakukan hal seperti ini. Sebelum melakukan ini, saya belajar dengan warga. Sekitar satu-dua hari sudah bisa," Ujar Silke Denoo yang saat ini menginjak usia 21 tahun ini.

Menurut penuturan Silke Denoo, ia bersama ketujuh rekannya asal Belgia tersebut rela menjadi kuli bangunan karena terdorong rasa kemanusiaan, murni untuk misi sosial.  Untuk menyelesaikan misinya mendirikan banguan PAUD dan TK yang rencananya berlantai dua tersebut, ia telah menghabiskan waktu selama sebulan lamanya menetap di desa tersebut. Mereka mengaku melakukannya dengan suka cita bahkan rela untuk menetap lama di daerah yang jauh dari pusat kota yang berada di kaki Gunung Slamet.

Adapun alasan mengapa mereka memilih Baturaden sebagai titik pembanguan TK dan PAUD karena pemilihan daerah tersebut merupakan rencana lanjutan dari para mahasiswa pendahulunya. Mereka hanya meneruskan ide positif tersebut saja.

"Kami memilih Baturaden dengan melihat referensi yang ada. Ternyata tempatnya sangat indah. Di sini ada air terjun, hutannya masih lebat dan pemandian air panas," ujar Kelly rekan relawan Silke Denoo yang merupakan mahasiswi komunikasi di Artereldehoge school, Gent, Belgia.

Tekad Santosa selaku Koordinator Yayasan Tileng Indonesia mengatakan bahwa kedatangan para mahasiswi cantik tersebut ke Indonesia semata untuk praktik dan kerja sosial. Jadi sebelum menginjak kaki di Indonesia mereka telah terlebih dahulu menyiapkan pendanaan dan rencana kegiatan yang jelas dan spesifik, tidak asal-asalan. Kegiatan ini sendiri diakui disponsori oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) Eropa. Wow semangat semacam ini patut untuk ditiru kan pembaca berita artis Indonesia pilihan?



Sumber Berita:
Sumber Gambar:
http://krjogja.com/web/news/read/3535/Wah_Mahasiswi_Belgia_Jadi_Tukang_Batu

No comments:

Post a Comment