Friday, January 20, 2017

Titip Rindu Buat Ayah (oleh) Ebiet G Ade

Halo Separtaner, lagu berikut ini adalah lagu lawas yang di nyanyikan oleh Ebiet G Ade, penyanyi legendaris Indonesia, Siapa yang tidak pernah mendengar namanya di Indonesia, karya-karyanya sudah banyak mendapat penghargaan dan bahkan ada beberapa yang sampai di aransemen ulang berkali-kali

Ebiet G Ade - Titip Rindu Buat Ayah



Dimatamu masih tersimpan Selaksa peristiwa
Benturan dan hembasan terpahat dikeningmu
Kau nampak tua dan lelah keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah .... hmmm hmmm ...

Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dalam terbungkus hmmm

Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia

Ayah dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Namun kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu banyak menanggung beban ho ho

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dalam terbungkus hmmm
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia


Ok Separtaner,selamat bernyanyi ya..

Sumber Lirik : http://www.lyriczz.com/lyrics/ebiet-g-ade/64762-titip-rindu-buat-ayah/



Saturday, January 7, 2017

Selimut Hati, dari Dewa 19

Satu lagi lagu dari band legenda Indonesia, Dewa 19 yang berjudul "Selimut Hati". Sayang ya si Ahmad Dhani terjun ke politik.

Di Klip yang Kami tautkan ini masih terlihat "keharmonisan" antara Maia dan Mulan dan juga antara semua anggota peronil Dewa. sekali lagi sayang ya Separtaner para pencinta berita artis Indonesia..

baiklah berikut liriknya ya, selamat menikmati

Aku kan menjadi malam-malammu..
Kan menjadi mimpi-mimpimu
Dan selimuti hatimu.. Yang beku..
Aku kan menjadi bintang-bintangmu..
Kan slalu menyinarimu..
Dan menghapus rasa rindumu.. Yang pilu..

Aku bisa untuk menjadi apa yang kau minta..
Untuk menjadi apa yang kau impikan
Tapi ku tak bisa menjadi dirinya.

Aku kan menjadi embun pagimu.. Yang kan menyejukkan jiwamu..
Dan kan membasuh hatimu.. Yang layu

Tinggalkan sejenak lalumu..
Beri s'dikit waktu..
Kepadaku.. Tuk meyakinkanmu...